KRISIS PANGAN DUNIA

12 05 2008

Pengantar

Tak pernah ada yang menduga. Bahkan di zaman milenium semaju ini krisis pangan tetap saja terjadi, bahkan menimpa di seluruh dunia. Menurut pandangan umum, krisis pangan terjadi pada saat masa-masa perang, seperti Perang Dunia I atau II, atau karena terjadi suatu kejadian musibah alam, seperti kekeringan atau banjir, sehingga membuat tanaman pangan menjadi tidak dapat dipanen.

Agak sulit juga membayangkan manusia masih saja kekurangan pangan di zaman kita bisa menghasilkan tanaman hanya dengan seiris tipis dari bagian manapun dari tanaman itu dan kita tidak perlu repot-repot menggunakan tanah sebagai medianya. Jika mengingat itu semua hanya satu pertanyan yang terlintas, bagaimana semua ini menimpa kita?

Apa Penyebabnya?

Jika kita ingin mengurutkan penyebab dari krisis ini satu persatu maka hanya ada satu yang menjadi pemicunya, yaitu kenaikan harga minyak mentah. Walaupun bila diteliti lebih jauh kenaikan harga minyak mentah ini juga ada penyebabnya. Tapi hingga kini minyaklah yang menjadi kambing hitamnya. Sebab, kenaikan harga minyak menyebabkan kenaikan biaya transportasi dan pupuk. Seperti kita ketahui pupuk merupakan bahan pokok yang dibutuhkan petani untuk menanam tanamannya. Bila harga bahan produksi ini naik tentu saja dapat langsung diprediksi harga bahan makanan pun akan naik.

Banyak beralihnya para petani ketanaman penyokong industri biofuel juga dituding ikut menyebabkan terjadinya krisis ini. Semakin maraknya himbauan untuk menghemat bahan bakar fosil membuat banyak orang menggunakan energi alternatif berupa biofuel sedangkan industri biofuel menggunakan beberapa macam tanaman sebagai bahan dasarnya, seperti kedelai. Hal ini membuat tanaman yang seharusnya digunakan sebagai bahan pangan malah digunakan sebagai bahan baku industri biofuel sehingga stok bahan pangan pun berkurang.

Penyebab lainnya adalah musim kemarau berkepanjangan yang melanda Australia dan Afrika. Meskipun kedua benua tersebut bukan penghasil utama bahan makanan, tapi dengan terjadinya kekeringan ini tentu saja dibutuhkan bahan makanan yang lebih untuk kedua benua ini.

Penyebab yang terakhir adalah pembatasan ekspor oleh sejumlah negara. Sebenarnya penyebab ini timbul sebagai akibat dari penyebab-penyebab yang lain karena ketika sebuah negara mengalami krisis pangan maka ia akan menetapkan pelarangan ekspor yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

Berakibat Sangat Buruk

Badan Pangan dan Pertanian Dunia mencatat harga makanan melonjak 80% sejak 2005. Kenaikan harga ini tidak hanya menyebabkan kelaparan di sejumlah negara miskin, tapi juga memicu ketidakstabilan pemerintahan di sejumlah negara.

Baru-baru ini Perdana Menteri Haiti Jacques Edouard Alexis dipaksa mundur karena kenaikan harga pangan, dan hal ini terjadi di 14 negara lainnya. Di Malaysia, Perdana Menteri Abdullah Badawi, untuk menyelamatkan posisinya, mengumumkan akan memberi subsidi harga beras lokal yang telah naik 26 persen semenjak akhir April.

Lain lagi yang terjadi di Filipina, untuk menyelamatkan kondisi fiskalnya, pemerintah berencana akan mencabut subsidi beras di negara tersebut. Pasalnya, kenaikan harga semakin membebani pemerintah bila terus menerus memberikan subsidi.

Inflasi juga mulai mengancam 15 negara yang memakai euro, seperti Prancis, Jerman, Spanyol, dan Italia. Dengan semakin meningkatnya harga kebutuhan pangan, semakin sedikit barang yang dapat dibeli oleh masyarakat.


Apa yang Harus Dilakukan?

Thailand, sebagai negara pengekspor beras terbesar di dunia, berencana akan meningkatkan stok beras nasional guna meredam kenaikan harga di dalam negeri. Tujuannya adalah untuk menjaga mekanisme pasar agar harga tidak melonjak terlalu tinggi. Untuk mewujudkannya Thailand berencana akan melepas 9 juta ton beras ke pasar dunia. Saat ini harga beras varietas unggul Thailand, yaitu Pathumthani dihargai US$ 998 per ton untuk ekspor, 35% lebih mahal dari pada bulan Maret.

Badan Pangan Dunia PBB, FAO, juga telah menyatakan kesungguhannya untuk mengatasi krisis ini. FAO berencana akan meningkatkan stok bahan pangan dunia dengan meningkatkan produksi negara-negara penghasil bahan pangan dunia.

Mungkin krisis ini tidak akan terjadi bila manusia mau bersyukur atas apa yang ia miliki dan tidak terlalu serakah ingin memiliki milik orang lain. :D


Actions

Information

Leave a comment